karena kami terlanjur mencintai umat ini,
siang dan malam tidak ada hal lain yang kami pikirkan
semoga umat kami bisa merasakan kenikmatan yang sama dengan yang kami rasakan
karena kami terlanjur mencintai umat ini,
tidur kami pun bermimpi tentang negeri yang sejahtera
seluruh rakyatnya beriman dan berbahagia
kami mencintai umat ini
karena baginda Rasul pun mencintainya sangat mendalam
karena umat adalah warisan baginda yang harus dijaga
karena kami terlanjur mencintai umat ini
tiada harapan yang lebih besar selain dapat kembali bersama-sama mereka melewati gerbang Syurga di kampung akhirat nanti
karena kami terlanjur mencintai umat ini
ijab kabul yang telah sebagian kami lakukan dan yang akan sebagian kami lakukan
adalah demi harapan dapat memberi lebih baik bagi umat ini
dan bukan untuk kesenangan kami pribadi
kami mencintai umat ini,
karena emas mutiara pun tidak sanggup menggantikan harkat dan maruahnya..
karena kami tidak mengerti, adakah kebahagiaan yang lebih besar selain menyaksikan mereka kembali mendapatkan kejayaannya
karena kami mencintai umat ini
aku berharap, dirimu dapat bersama-sama kami mencintai umat ini...
ketika dunia terlelap, ada segelintir jiwa yang terbangun dan berdiri, kemudian bersujud kepada pemiliknya. ketika dunia gulita, ada titik-titik cahaya yang bersinar, sinarnya begitu murni, semurni kilauan mutiara. ketika dunia dahaga, ada tetes-tetes air, tetesannya sebening embun pagi, membasahi hati yang pilu, menyuburkan jiwa yang tandus. bukan mata air kautsar, melainkan air mata jiwa-jiwa suci bersih.
Thursday, August 26, 2010
Thursday, July 29, 2010
hijau biru singgasana...
Burung camar terbang mendatar
Bersigap menatap mangsa berkerumun menghitam permukaan
Ada lagi angsa bungkuk
Berkaki tunggal berkerudung lumpur tenggelam kepala
Tapi tubuh padi seakan menua
Semakin sepuh dalam kebijaksanaan
Jagung putih pun perlahan menguning
Menimbun bekal menjadi permata
Di tepi ladang, pematang beracuh-acuh
Ditengahnya seonggok jerami menari-nari
Menanti Sang Pemilik berhidang hasil bumi
Menghalau pendatang mencuri ribuan arti
....
Kini aku mencari paham
adakah kata yang terlewatkan
berbagi pesan dalam keheningan
sedangkan mentari tidak pernah bermuram
....
kaki gelatik tidak panjang
mahkota raja berbuntut merak
kayu cendana semerbak aroma
kayu meranti kokoh terpancang
jati dalam hati kuatkah selalu
menjadi tonggak tegak persada
ada apakah gerangan ?
setiap kata berlawan kata
seakan tiba manusia tidak berkata
hanya tangan dan senjata mengambil makna
bila hitam dan putih berperang merebut suasana
itulah wajar semua berkelana
tapi bila hijau dan biru yang naik ke atas singgasana
tidaklah perlu semua berduka
....
*makna akan hadir ketika tidak ada prasangka...
Bersigap menatap mangsa berkerumun menghitam permukaan
Ada lagi angsa bungkuk
Berkaki tunggal berkerudung lumpur tenggelam kepala
Tapi tubuh padi seakan menua
Semakin sepuh dalam kebijaksanaan
Jagung putih pun perlahan menguning
Menimbun bekal menjadi permata
Di tepi ladang, pematang beracuh-acuh
Ditengahnya seonggok jerami menari-nari
Menanti Sang Pemilik berhidang hasil bumi
Menghalau pendatang mencuri ribuan arti
....
Kini aku mencari paham
adakah kata yang terlewatkan
berbagi pesan dalam keheningan
sedangkan mentari tidak pernah bermuram
....
kaki gelatik tidak panjang
mahkota raja berbuntut merak
kayu cendana semerbak aroma
kayu meranti kokoh terpancang
jati dalam hati kuatkah selalu
menjadi tonggak tegak persada
ada apakah gerangan ?
setiap kata berlawan kata
seakan tiba manusia tidak berkata
hanya tangan dan senjata mengambil makna
bila hitam dan putih berperang merebut suasana
itulah wajar semua berkelana
tapi bila hijau dan biru yang naik ke atas singgasana
tidaklah perlu semua berduka
....
*makna akan hadir ketika tidak ada prasangka...
Wednesday, June 30, 2010
Kata yang tidak sengaja tertulis
Tiba-tiba muncul nuansa warna-warni menyeruak..
Timbul tenggelam kemudian menghilang..
Hanya biru yang tersisa dan keindahan nalar dalam realita yang akan selalu nyata..
Rindu rasanya untuk bercengkerama dengan pepohonan rimbun..
Penuh kehijauan sumber kemuliaan..
Namun akankah hijau akan selalu hijau? Sedangkan merah dan hitam bersembunyi dengan terang-terangan mengintai dalam balutan putih menjadikannya merah muda dan kelabu..
Nampak indah dipandang mata padahal suram dimata kalbu..
Penuh pesona seakan membawa bahagia..
Berkata kita, inilah saya, hanya seorang manusia dalam usaha, namun tetap saja tidak punya kuasa..
Tapi selalu saja mudah memasukkan ironi dalam isi kata dan perilaku..
Ini bukan untaian pesimistis menjadikan lemas bak penyandang osteoarthritis..
Tapi tarikan benang elastis menjadikan terlontar menembus awan berlapis-lapis..
Timbul tenggelam kemudian menghilang..
Hanya biru yang tersisa dan keindahan nalar dalam realita yang akan selalu nyata..
Rindu rasanya untuk bercengkerama dengan pepohonan rimbun..
Penuh kehijauan sumber kemuliaan..
Namun akankah hijau akan selalu hijau? Sedangkan merah dan hitam bersembunyi dengan terang-terangan mengintai dalam balutan putih menjadikannya merah muda dan kelabu..
Nampak indah dipandang mata padahal suram dimata kalbu..
Penuh pesona seakan membawa bahagia..
Berkata kita, inilah saya, hanya seorang manusia dalam usaha, namun tetap saja tidak punya kuasa..
Tapi selalu saja mudah memasukkan ironi dalam isi kata dan perilaku..
Ini bukan untaian pesimistis menjadikan lemas bak penyandang osteoarthritis..
Tapi tarikan benang elastis menjadikan terlontar menembus awan berlapis-lapis..
Subscribe to:
Posts (Atom)